Info Buku
      Buku Baru
      Best Seller
      Daftar isi
      Katalog
      Buku Saku
      Sinopsis
      Segera Terbit
      Cari Buku
     Info Darul Falah
      Tentang kami
      Bedah buku
      Pameran
      Mau kirim naskah
    Buku Hard Cover

   
   

     Buku Soft Cover
    
   
 
 
             G
 


GENDERANG KIAMAT

Dr. Abdul Adzim Badawi

Rp. 22.000,-

296 hlm/sedang

 
 

Bilakah kiamat? Ia datang dengan tiba-tiba! Di mana hari itu, wktunya bagi setiap insan mendapatkan hisab atas segala amalannya yang telah diperbuat selama hidup di alam dunia.

Kapankah waktunya? Tak seorang pun dapat mengetahuinya. Hanya rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya, maka Allah Ta'ala memberikan tanda-tandanya, seperti: Kedatangan Al-Mahdi, keluarnya Dajjal, turunnya Nabi Isa Alahis Sallam, keluarnya Ya'juj dan Ma'juj, keluarnya asap dari langit, kehancuran Ka'bah, Al-Qur'an diambil dari mushaf-mushaf dan dada manusia, matahari terbit dari barat dan munculnya hewan melata. Semua itu merupakan genderang bahwa Kiamat akan tiba.

Sebelumnya, ada tanda-tanda lain yang disabdakan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bahwa Kiamat semakin dekat, diantaranya: Ilmu diangkat, kebodohan tersebar luas, zina merajalela, minum-minuman keras merebak luas, kaum lelaki sedikit dan wanita banyak hingga lima puluh wanita hanya mempunyai satu pengasuh. Sudahkah tanda-tanda itu nyata pada hari ini di sekitar Anda? Di mana orang-orang semakin banyak yang berilmu tetapi ilmu itu tidak diamalkan. Bahkan ilmu menjadi tersia-siakan karena tidak untuk menyelesaikan beban permasalahan yang menggelayuti umat. Walaupun banyak orang yang berilmu, tetapi terkalahkan oleh nafsu duniawi. Dan kebodohan tersebar luas. Zina merajalela, karena banyak orang yang mulai tiada mempunyai rasa malu-malu lagi. MIRAS dan orang mabuk semakin banyak. Sedangkan orang-orang yang berani bertanggung jawab untuk menegakkan nilai-nilai kebaikan teramat sedikit.

Kehidupan jadi aneh. Di satu sisi, kemudahan hidup sangat menjanjikan, kemewahan, gemilang harta, makanan yang melimpah begitu nyata di depan mata. Tetapi di saat bersamaan, bagi yang lain kehidupan teramat sulit dan keras, makanan sukar diperoleh, peluang dan lahan mencari nafkah sangat sedikit. Sehingga satu orang harus menanggung beban bagi beberapa orang. Mungkinkah kenyataan ini, sebagai tanda-tanda yang telah disabdakan oleh Shallallahu Alaihi wa Sallam?

 
...............................................................................................................................
 

GHULUW
BENALU DALAM BER-ISLAM

Abdurrahman bin Mu'alla Al-Luwaihiq

Rp. 49.000,-

484 hlm/besar

 
 

Ghuluw adalah sikap yang berlebih-lebihan hingga keluar dari batas kebenaran. Mengharamkan hal-hal yang baik dan enak seperti yang dilakukan orang-orang yang mengaku zuhud adalah ghuluw. Mengharuskan semua orang berijtihad padahal dia tidak memiliki piranti ilmu untuk berijtihad adalah ghuluw. Terlalu mudah mengafirkan orang Muslim karena dia melakukan kedurhakaan adalah ghuluw. Menganggap pemimpin jama'ah atau agama sebagai orang suci dan terhindar dari kesalahan adalah ghuluw.

Karena itulah turun larangan Allah,”Janganlah kalian melampaui batas dalam agama dengan cara tidak benar.” La taghlu fi dinikum. Bukankah larangan ini ditujukan kepada Ahli Kitab dan bukan kepada kita? Yang berarti kita tidak terkena larangan itu? Benar begitu. Tentu saja tidak senaif itu untuk memahami firman Allah tersebut.

Muncul pertanyaan, kalau yang begitu juga disebut ghuluw, lalu bagaimanakah batasan yang benar menurut kerangka pemahaman Islam? Tentu saja harus dibuat pemilahan-pemilahan terhadap obyek penilaian, agar penilaian ini tidak melenceng, yang justru menimbulkan ghuluw di atas ghuluw. Harus ada penelusuran terhadap akar-akarnya dari sisi historis, tradisional, psikologis dan intelektual. Di samping itu juga harus dilakukan pemilahan apakah suatu sikap termasuk dalam kategori juz'y amaly ataukah kully I'tiqady.

Yang pasti orang-orang Muslim adalah ummatan wasathan , umat pilihan yang adil, berarti tidak menyimpang ke kiri atau ke kanan. Lalu bagaimana gambaran implementasinya? Buku ini mengungkap beberapa contoh sikap ghuluw dalam beragama. Karena meskipun ada larangan dari Allah dan Rasul-Nya untuk tidak bersikap ghuluw, toh banyak gambaran ghuluw yang dilakukan orang-orang Muslim semenjak abad pertama hingga saat ini.

 
...............................................................................................................................
 
   
      Alamat e-mail :
      - Redaksi     : redaksi@darulfalah.co.id
      - Pemasaran : daar_elfalah@yahoo.co.id
  Copyright © 2009 Darul Falah Company, all right reserved