Info Buku
      Buku Baru
      Best Seller
      Daftar isi
      Katalog
      Buku Saku
      Sinopsis
      Segera Terbit
      Cari Buku
     Info Darul Falah
      Tentang kami
      Bedah buku
      Pameran
      Mau kirim naskah
    Buku Hard Cover

   
   

     Buku Soft Cover
    
   
 
 
            K
 


KADO BUAT UMMI

Ibrahim Al-Mahmud

Rp. 5.000,-

96 hlm/saku

 
 

Di hadapan Adinda telah hadir risalah kecil dalam menyambut kedatangan Si Buah Hati yang dituntunkan dari Kitabullah dan Sunnah Nabi Muhammad Saw. Kepada Allah Swt kita memohon akan lahirnya ibu yang shalihah sehingga melahirkan anak-anak yang shalih dan shalihah.

 
...............................................................................................................................
 

KAMUS ISTILAH-ISTILAH HADITS

Abdul Manan Ar-Rasikh

Rp. 13.500,-

234 hlm/ sedang

 
 

Sebagaimana tidak diragukan bahwa siapa yang menghendaki untuk mahir dalam bahasa Arab, maka ia harus menghafal dan memahami kaidah-kaidah nahwu dan sharaf. Demikian juga, siapa saja yang hendak memiliki pandangan luas dalam ilmu hadits, ia harus mengetahui kaidah-kaidah dan istilah-istilah berkaitan dengan hadits mulia yang datang dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Kitab ini adalah kunci untuk menghafal kaidah-kaidah para ahli hadits dan istilah-istilah dalam hadits Nabi. Semua istilah yang berlaku, populer, dan berkaitan dengan ilmu hadits nabawi yang mulia akan ditemukan oleh para penuntut ilmu di dalam kitab ini yang–insya Allah–menggunakan susunan yang mudah dan gaya bahasa yang sangat bagus dengan memperhatikan kesimpulan yang sarat makna, menyebutkan referensi-referensi primer, dan lain-lain.

Siapa saja yang hafal istilah-istilah hadits nabawi, dia telah mendapatkan bagiannya yang sangat besar dari ilmu yang mulia ini. Insya Allah Ta'ala.

 
...............................................................................................................................
 

KEKELIRUAN PEMIKIRAN SAYYID QUTHB

Dr. Rabi' bin Hadi Al-Madkhali

Rp. 18.000,-

210 hlm/sedang

 
 

Tidak ada seorangpun yang terjaga dari kesalahan dan kekeliruan dalam berucap dan bertindak, kecuali dari kesalahan secara total. Maka sekiranya ada kritik yang disampaikan kepada individu atau jamaah, maka pihak yang dikritik tidak perlu merasa terlecehkan, lalu menganggap sebagai upaya membuka konfrontasi dan mencari-cari penyakit. Toh, orang-orang salaf yang shalih juga melakukan hal yang sama.

Buku ini merupakan kritik yang ditujukan terhadap Sayyid Quthb secara pribadi atau terhadap Al-Ikhwanul Muslimin secara jama'ah, sebagai tanggapan dan sanggahan dari berbagai tulisannya, yang juga mendapat sugesti dari Syaikh Al-Albany.

Sebagai misal pernyataan Sayyid Quthb tentang kebebasan memeluk agama, agama apa pun, dengan mengutip firman Allah,”Tidak ada paksaan dalam memeluk agama.” Sehingga hal ini telah merobohkan berhala fanatisme agama, lalu diganti dengan toleransi secara total. Atas dasar ini harus ada perlindungan terhadap kebebasan beragama dan kebebasan beribadah. Lalu Sayyid Quthb berhujjah dengan firman Allah dalam surat Al-Hajj:39-40.

Bukankah pernyataan ini merupakan penolakan mentah-mentah terhadap prinsip al-wala' wal-bara' mencintai karena Allah dan membenci karena Allah?

Masih banyak tulisan Sayyid Quthb di beberapa bukunya yang perlu ditanggapi dan diluruskan, dengan berprinsip bahwa siapa yang menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolongnya.

 
...............................................................................................................................
 

KHURAFAT HARAKI

Abdul Malik bin Ahmad Ramadhani Al Jazairi

Rp. 10.000,-

120 hlm/sedang

 
 

Manhaj haraki merupakan manhaj yang tidak terlalu diperhatikan permasalahannya ikhlasuddin lillah (mengikhlaskan agama hanya semata-mata untuk Allah). Bahkan, mereka melenyapkan keikhlasan tersebut dengan mengikuti jalan para ahli kalam baik dari kelompok Asy ‘Ariah, Mu'tazilah, Jahmiyah, dan lain-lain. Mereka tidak terusik dengan bergabungnya kelompok Rafidhah dalam harakah mereka. Sebagaimana mereka memberangus permasalahan ittiba' dengan mengikuti fanatisme kemazhaban yang selalu menyebabkan umat ini menjadi lemah dan terpecah.

Tidak cukup sampai di sini saja. Bahkan mereka berani untuk menyerang para ulama yang telah bersungguh-sungguh meningkatkan kondisi umat kepada dua hal yang penting: Ikhlasuddin lillah dengan mempelajari salaf dan ittiba' dengan mempelajari sunnah Nabi.

Bila mereka menemukan orang yang menerapkan ajaran ini maka akan menuduh orang tersebut sebagai orang yang hanya memperhatikan hal-hal parsial (sebagian) dari holistik (keseluruhan) dan mempersempit ruang gerak umat sebagaimana mereka kira. Padahal berpegang teguh dengan dua ajaran tadi merupakan penyebab utama dalam meraih kemenangan.

Dalam buku Khurafat Haraki ini, akan dijelaskan mengenai bahaya yang timbul darinya disertai dalil-dalil dari Al-Qur'an dan hadits yang shahih. Semoga kiranya anda dapat mewaspadai dan menghindarinya.

 
...............................................................................................................................
 

KHUTBAH-KHUTAH RASULULLAH

Muhammad Khalil Al-Khatib

Rp. 43.000,-

422 hlm/besar

 
 

Kita semua sudah tahu, seisi dunia juga sudah tahu sosok keteladanan Rasulullah sebagai pemimpin umat, yang tidak saja piawai dalam menyampaikan risalah langit dan ajaran agama, tapi juga handal dalam mengendalikan kehidupan riil keduniaan, mengatur urusan pemerintahan, menghadapi musuh, menuntaskan konflik internal maupun eksternal, memenuhi kebutuhan masyarakat, sandang dan pangan mereka, hingga masalah-masalah kecil sekalipun.

Perkataan Rasulullah adalah embun yang menyejukkan lidah yang kering pada dini hari, lalu merasuk ke dalam hati untuk membangkitkan kehidupannya. Seorang musuh yang tadinya bertekad hendak membunuh beliau dengan pedang di tangan, langsung luluh hanya dengan mendengar sepatah dua patah kata wejangan beliau. Maka dapat dibayangkan sendiri, bagaimana jika untaian kata-kata beliau terangkum dalam orasi yang disampaikan di hadapan khalayak di berbagai kesempatan? Kita bisa membayangkan betapa indahnya suasana yang terjalin saat beliau menyampaikan pidato di hadapan para sahabat, bagaimana emosi mereka yang bangkit seketika itu pula, sampai air mata pun tak terbendung, bukan air mata kepura-puraan, tapi karena ketulusan di dalam hati.

 
...............................................................................................................................
 

KISAH KAROMAH PARA WALI ALLAH

Abu Fida' Abdurraqib Al-Ibi

Rp. 70.000,-

540 hlm/besar-hrd-cv

 
 

Dua ratus tujuh puluh lima kisah para wali sejak zaman Nabi Ibrahim Alaihissalam himgga 1344 Hijriyah yang terkumpul dalam buku ini dapat dikatakan sebagai ensiklopedi kisah para wali. Diawali dengan kisah karomah Sarah istri Ibrahim Alaihissalam, Ashabul Kahfi, Asiyah istri Fir'aun, Masyithah dan bayinya, karomah sahabat Radhiyallahu Anhum, karomah para tabi'in, tabi'ut tabi'in dan para ulama abad kelima terakhir hingga Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu Rahimahullah.

Penulis, Abul Fida' Abdurraqib bin Ali bin Hasan Al-Ibi, adalah murid Syaikh Abu Abdurrahman Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i Rahimahulla. Yang dalam penulisan buku ini dia hanya mengacu pada akidah Ahlussunnah wal Jama'ah dan menghindari akidah kaum Mu'tazillah yang ekstrem serta kaum sufi yang cenderung berlebih-lebihan. Metode yang mendaji pedomannya dalam menuturkan karomah para wali adalah dalil yang ditunjukkan Al-Qur'an dan As-Sunnah berikut dengan sanad-sanadnya serta atsar-atsar yang shahih. Insya Allah, pembaca budiman memperoleh pelajaran dan manfaat dari buku ini sehingga dapat memperkokoh keimanan, jalan datangnya hidayah dan terbebas dari kesyirikan bernuansa khurafat.

 
...............................................................................................................................
 

KISAH NYATA KEAJAIBAN DOA

Khalid bin Sulaiman Ar-Rab'ie

Rp. 25.000,-

240 hlm/sedang

 
 

Sesungguhnya Allah telah menetapkan segala sesuatu yang akan terjadi pada makhluknya. Allah mewajibkan kita untuk mempercayainya, itu merupakan wujud kesempurnaan iman. Itulah takdir! Tiada yang kuasa merubahnya, kecuali Allah.

Hanya doalah satu-satunya senjata yang paling ampuh untuk merubah keadaan. Dalam segala kesulitan hidup, ada soludinya dengan usaha dan do'a. Doa merupakan karunia Allah kepada makhluk, serta bukti kasih sayang-Nya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar Radiyallahu Anhu, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,”Doa itu bermanfaat terhadap apa-apa yang telah turun dan yang akan turun, maka hendaklah kalian beribadah kepada Allah dengan berdoa.” (Diriwayatkan oleh Hakim dan Ahmad)

“Sering saya berdoa kepada Allah, tetapi kenapa tidak dikabulkan?” Itulah ucapan putus asa yang sering kita dengar. Tapi apakah kita telah benar dalam berdoa? Apa saja yang menyebabkan terkabulnya doa? Banyak hal yang mesti kita luruskan, kalau ingin doa kita menjadi doa yang makbul. Doa merupakan senjata kita dalam menjalani manis pahitnya kehidupan.

Pada zaman Nabi Sulaiman ada seorang hamba Allah yang shalih yang dapat mengalahkan Jin Ifrit dalam memindahkan singgasana Ratu Balqis. Ia dapat memindahkannya dalam sekejap mata. Itu dilakukan hanya dengan doa. Ya, hanya dengan doa! Banyak keajaiban yang terjadi berkat doanya orang-orang shalih. Kita pun dapat melakukannya, asalkan syarat-syaratnya terpenuhi.

Buku ini akan membantu Anda mewujudkan cita-cita dengan doa. Memuat syarat-syarat terkabulnya doa, waktu-waktu istijabah, penghalang-penghalangnya. Juga memuat kisah-kisah nyata doa orang-orang yang dikabulkan. Kiranya dapat memotivasi kita untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah melalui doa.

 
...............................................................................................................................
 

KITAB SHALAT

Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

Rp. 35.000,-

464 hlm/sedang-hrd-cv

 
 

Sesekali waktu atau bahkan setiap waktu, khususnya seusai shalat, Anda layak mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri: Apakah shalat yang kulakukan menjadi belenggu anggota tubuh, penjara hati, beban jiwa, perampas waktu dan penghambat pekerjaan, ataukah aku melakukannya tanpa adanya sedikit pun hal-hal itu, sehingga shalat menjadi kesenangan hati dan kebebasan dari segala kepenatan hidup? Apakah kala mendirikan shalat itu kita merasakan suatu kenikmatan dan kelezatan yang tak terkira, atau justru sebaliknya?

Kata shalat disebutkan di dalam Al-Qur'an dengan penyertaan kata iqamah , yang berarti menegakkan. Dengan kata lain, shalat benar-benar sangat urgen, bukan bagi Dzat yang disembah, tapi bagi hamba yang mengerjakannya.

Yang pasti, kesenangan Rasulullah dijadikan di dalam shalat dan bukan dengan shalat. Artinya, kesenangan itu terasakan jika beliau sudah masuk dalam shalat dan bukan sekadar dengan shalat. Bahkan jika keletihan dan kepenatan itu memuncak, beliau memerintahkan Bilal untuk mengumandangkan adzan dan iqamah tanda akan didirikannya shalat, karena shalat membuat beliau dapat beristirahat dalam segala keletihan tersebut.

Buku ini merupakan uraian tentang shalat, singkat namun disajikan secara mendetail dan terinci, satu persatu mengungkap rahasia dari setiap bacaan dan perbuatan dalam shalat. Jika mungkin Anda merasakan kesulitan untuk meningkatkan kekhusyu'an dalam shalat, maka buku ini dapat membantu maksud Anda untuk menambah kekhusyu'an itu.
 
...............................................................................................................................
 

KOREKSI DZIKIR JAMA'AH M. ARIFIN ILHAM

Abu Amsaka

Rp. 20.000,-

224 hlm/sedang

 
 

“Berdoalah

Kepada Rabb kalian dengan merendahkan diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Al-A'raf: 55)

“Berdzikirlah

Kepada Rabb-mu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut. Dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang hari. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (Al-A'raf: 205)

Sebelum shalat subuh, Abu Musa Al-Asy'ary beserta beberapa orang melapor kepada Abdullah bin Mas'ud. “Tadi kulihat kejadian yang sebenarnya aku pun kurang sreg . Tapi yang kulihat di sana justru hanya kebaikan.”

“Apa itu?” tanya Abdullah bin Mas'ud.

“Ada sekelompok orang membentuk beberapa halaqah sambil menunggu datangnya shalat. Setiap halaqah dipimpin satu orang dan mereka semua memegang kerikil. Ketika pemimpin halaqah itu berkata. 'Bertakbirlah seratus kali, bertahlillah seratus kali, bertasbihlah seratus kali', maka mereka pun membaca takbir, tahlil, dan tasbih seratus kali.”

Singkat cerita, Abdullah bin Mas'ud mendatangi halaqah itu, bertanya kepada mereka sambil berdiri,”Apa yang kalian lakukan seperti yang kulihat saat ini?”

“Wahai Abu Abdurrahman (Abdullah bin Mas'ud), kami memegang kerikil-kerikil untuk menghitung bacaan takbir, tahlil, dan tasbih,”jawab mereka.

Abdullah bin Mas'ud berkata,”Hitunglah keburukan-keburukan kalian. Aku berani menjamin bahwa sedikitpun kebaikan-kebaikan kalian juga tidak akan hilang. Celakalah kalian wahai ummat Muhammad. Begitu cepat penyimpangan yang kalian lakukan. Para shahabat Nabi kalian masih banyak yang hidup. Sementara baju beliau juga belum lagi usang, bejana beliau belum juga retak. Demi yang diriku ada di tangan-Nya, apakah kalian merasa berada pada millah yang lebih benar daripada millah Muhammad, ataukah kalian hendak membuka pintu kesesatan?”

Mereka berkata,”Demi Allah wahai Abu Abdurrahman, kami hanya menghendaki kebaikan.”

Abdullah bin Mas'ud menjawab,”Berapa banyak orang yang menghendaki kebaikan.”

Lalu Abdullah bin Mas'ud menyampaikan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,” Ada segolongan orang yang membaca Al-Qur'an, namun apa yang dibacanya itu tidak melewati tulang tenggorokan.”

( Sunan Ad-Darimi, Kitabul Muqaddimah, hadits nomer 206. Juga disebutkan dalam kitab Tarikh Wasith , Aslam bin Sahl Ar-Razzaz Al-Wasithy. Al-Albani menshahihkan sanad hadits ini di As-Silsilah Ash-Shahihah , hadits nomer 2005)

 
...............................................................................................................................
 

KUMPULAN TANYA JAWAB BID'AH DALAM IBADAH

Hammud bin Abdullah Al-Mathr

Rp. 73.000,-

574 hlm/besar-hrd-cv

 
 

Kitab ini menghimpun berbagai fatwa dan risalah mengenai bid'ah ‘perkara baru' dalam ibadah dan apa-apa yang tanpa dalil, yang dihimpun dari:

(1) Syaikh Abdul Aziz bin Baaz;

(2) Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin;

(3) Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin;

(4) Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan;

(5) Al-Lajnah Ad-Daimah li Al-Buhuts Al-Ilmiyah wa Al-Ifta' (Panitia Kajian Ilmiah dan Fatwa)

Penyusun menyebutkan apa yang diungkapkan para ulama mengenai hal tertentu yang termasuk dalam kategori bid'ah, perkara baru, apa-apa yang tidak ada dalilnya, tidak pernah dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam , dan tidak pernah diamalkan di zaman Sahabat Radhiyallahu Anhum.

Materi kitab ini memberikan rujukan bagi setiap muslim untuk beriltizam kepada sunnah dan waspada terhadap bid'ah. Sebab, syari'at Islam ini telah sempurna. Dalam riwayat Ahmad disebutkan hadits Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam,

“Tidaklah suatu kaum membuat bid'ah, kecuali Allah akan mengangkat darinya sunnah. Berpegang teguhlah kamu dengan sunnah. Hal itu lebih baik daripada mengadakan bid'ah.”

Kitab ini membahas tentang berbagai macam perkara bid'ah dalam ibadah, di antaranya: dalam perkara adzan, wudhu, shalat, zakat, puasa, haji, umrah, jenazah, minta berkah, tawasul, pernikahan, kurban, hari raya, do'a, dzikir, dan lain-lainnya.

Siapkanlah hati kita untuk menerima sunnah dan meninggalkan segala bentuk bid'ah jika kita benar-benar menaati Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan mencintai Allah sehingga amal kita diterima di sisi-Nya. Orang yang mencintai pasti mengikuti yang dicintainya. Allah berfirman,

“Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu'.” (Ali Imran: 31)

Insya Allah, Anda dapat merasakan nikmatnya ibadah.

 
...............................................................................................................................
 
      Alamat e-mail :
      - Redaksi     : redaksi@darulfalah.co.id
      - Pemasaran : daar_elfalah@yahoo.co.id
  Copyright © 2009 Darul Falah Company, all right reserved