Info Buku
      Buku Baru
      Best Seller
      Daftar isi
      Katalog
      Buku Saku
      Sinopsis
      Segera Terbit
      Cari Buku
     Info Darul Falah
      Tentang kami
      Bedah buku
      Pameran
      Mau kirim naskah
    Buku Hard Cover

   
   

     Buku Soft Cover
    
   
 
 
            L
 


LELAKI YANG DIJAMIN SURGA

Ahmad Khalil Jam'ah

Rp. 63.000,-

504 hlm/besar-hrd-cv

 
 

“Siapakah yang akan menjual dirinya?”

Begitulah seruan Rasulullah sewaktu perang uhud, kala pasukan Muslimin kocar-kacir karena serangan sporadis dari orang-orang kafir. Maka beberapa orang kembali ke dekat Rasulullah bertempur menghadapi musuh, menghadang serangan lawan, melindungi beliau dengan senjata dan badan. Akibatnya, belasan luka menganga karena hunjaman anak panah dan tebasan pedang, seperti yang dialami Sa'd bin Ar-Rabi' dan shahabat lainnya. Dia lupa keadaan dirinya, karena aroma darah yang memerah adalah semerbak kesturi surgawi. Dia jual dirinya demi membela Islam dan melindungi Rasul Allah. Lalu siapa pembelinya? Tak lain adalah Allah.

Adakah jual-beli yang lebih menguntungkan dari gambaran seperti ini? Begitulah sepak-terjang orang-orang yang mendapat kabar gembira sebagai penghuni surga, yang setiap saat mereka siap mengorbankan apa pun yang dimiliki, termasuk pula nyawa.

Mereka berada di surga, yang di dalamnya terdapat segala kenikmatan yang tak pernah dilihat mata, di dengar telinga dan tak pernah terlintas dalam pikiran siapa pun. Di antara mereka ada yang terbang di surga, ke mana pun yang disukainya dengan kedua sayap, sebagai balasan setimpal karena kedua tangannya yang putus tertebas pedang musuh di medan jihad.

Mereka mendapat kabar gembira sebagai penghuni surga bukan karena tanpa perjuangan dan pengorbanan. Mereka bukan orang-orang yang hidup senang dengan segala kenikmatan duniawi, ketenaran dan kedudukan. Mereka sadar bahwa kenikmatan yang hakiki hanya ada di akhirat, di surga Allah.

Setiap jengkal kehidupan mereka sarat dengan keteladanan yang patut ditiru oleh setiap Muslim yang memiliki hasrat ukhrawi. Dan di buku ini pembaca akan mendapatkan sinar dari pelita yang mereka nyalakan, yang tak kan padam hingga akhir zaman.

 
...............................................................................................................................
 

LELUCON ORANG-ORANG ARAB

Muhammad Nuruddin Al-Mikki

Rp. 14.000,-

200 hlm/sedang

 
 

Orang Muslim tidak ada salahnya bersenda gurau, dan bercanda dengan susuatu yang melapangkan dadanya. Tidak ada salahnya kalau ia menghibur diri, dan teman-temannya dengan hiburan yang diperbolehkan dengan syarat ia tidak menjadikan hal tersebut sebagai kebiasaan, dan pembawaan di semua waktunya. ia tidak mengisi waktu pagi dan petang dengannya, yang mengakibatkan ia lupa kewajiban-kewajibannya dan tidak bersenda gurau di tempat yang seharusnya ia serius. Oleh karena itu, dikatakan,”Berilah pembicaraan itu dengan sedikit canda seperti halnya makanan diberi garam.”

Dari lembaran-lembaran buku ini, sidang pembaca akan melihat koleksi pilihan tentang lelucon akan melihat koleksi pilihan tentang lelucon orang-orang Arab, canda gurau mereka,dan jawaban-jawaban spontan yang menenangkan jiwa, disukai telinga, dan masuk ke dalam jiwa yang mulia tanpa permisi.

Semua lelucon di buku ini tidak lepas dari ibrah-ibrah, dan pelajaran-pelajaran dalam frame pelatihan, pengajaran, konsumsi jiwa yang menghibur, kemudian lelucon-lelucon tersebut menghilangkan kejenuhan jiwa, dan mengusir kelelahan hati.

 
...............................................................................................................................
 

LEZATNYA SHALAT

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Rp. 10.000,-

134 hlm/sedang

 
 

Allah menguji hamba-Nya dengan syahwat dan sebab-sebabnya, dari dalam maupun dari luar dirinya, maka sudah ada ketetapan kesempurnaan rahmat dan kemurahannya bagi hamba, dengan menyediakan hidangan yang menghimpun semua warna, persembahan, selera dan pemberian. Allah menyeru hamba untuk mengerjakannya lima kali setiap harinya, menjadikan setiap warna dari warna-warni hidangan itu sebagai kelezatan, manfaat dan kemaslahatan bagi hamba yang diseru untuk menyantap hidangan tersebut, yang tidak dia dapatkan dalam warna lain, agar kelezatan itu menjadi sempurna dalam setiap warna dari warna-warni ubudiyah.

Tidak dapat diragukan bahwa shalat merupakan kesenangan hati bagi orang-orang yang mencintainya dan merupakan kenikmatan roh bagi orang-orang yang mengesakan Allah. Shalat adalah puncak keadaan ash-shadiqin dan timbangan keadaan orang-orang yang meniti jalan kepada Allah. Shalat merupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Allah menuntun mereka untuk mengerjakan shalat itu dan memperkenalkan-nya sebagai rahmat bagi mereka dan kehormatan bagi mereka, supaya dengan shalat itu mereka memperoleh kemuliaan dari-Nya dan keberuntungan karena berdekatan dengan-Nya.
 
...............................................................................................................................
 
      Alamat e-mail :
      - Redaksi     : redaksi@darulfalah.co.id
      - Pemasaran : daar_elfalah@yahoo.co.id
  Copyright © 2009 Darul Falah Company, all right reserved